Dari Medan Lahir Professor Termuda di Dunia

User Rating:  / 5
PoorBest 

"I am Nelson Tansu, and I am an Indonesia", adalah kalimat pembuka setiap kali ia memulai memberikan materi kuliahnya kepada mahasiswa yang berasal dari berbagai negara. Dia adalah profesor termuda asal Indonesia di Lehigh Univesity Amerika Serikat. Nelson Tansu, anak bangsa yang tiga penemuan ilmiahnya telah dipatenkan di Amerika Serikat, diantaranya bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductuor lasers. Selain penemuannya yang telah dipatenkan, orang pertama dari Indonesia yang menjadi profesor di Legih University ini juga telah mempublikasikan 84 hasil riset dan karya tulisnya di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah tingkat internasional, beliau sering diundang untuk menjadi pembicara di berbagai seminar, konferensi, dan pertemuan intektual di berbagai negara, terutama di Amerika Serikat.

nelson tansu lab

Nelson Tansu, Profesor Termuda Asal Indonesia

Nelson Tansu lahir di Medan, pada 20 Oktober 1977. Professor muda bidang electrical engineering ini merupakan lulusan terbaik dari Sekolah Menengah Umum Sutomo 1 Medan, semasa sekolah ia berhasil menjadi finalis dari Indonesia dalam sebuah olimpiade fisika Internasional. Nelson menyelesaikan pendidikan sarjana dari Wisconsin University hanya dalam waktu 2 tahun 9 bulan dengan predikat Summa Cum Laude (gelar akademis dengan pujian tertinggi – red), pada usia 26 tahun di universitas yang sama beliau berhasil mendapatkan gelar PhD (Doctor of Philosophy - red).

nelson ikatan ilmuwan

Nelson Tansu pada Pertemuan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional 2010

Dalam kisah suksesnya Nelson mengaku kalau orang tuanya hanya membiayai pendidikannya sampai jenjang sarjana, tetapi karena kemampuan yang baik dan keinginan yang kuat dia berhasil mendapatkan tawaran beasiswa, tesis doktoralnya berhasil mendapat award sebagai "The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award" menyisihkan 300 tesis doktoral lainnya.

Anak Medan bernama Nelson Tansu ini telah berhasil membangun segudang prestasi yang membanggakan kita semua di skala internasional. Semula banyak yang tidak percaya kalau dia adalah orang Indonesia, apalagi berasal dari Medan, jadi sekarang tidak ada alasan bagi kita untuk tidak percaya diri, tidak ada lagi alasan untuk kita merasa kalau anak-anak muda dari daerah atau negara lain lebih pintar. Kita semua bisa! Sekarang giliran kita untuk membangun keberhasilan kita sendiri, berjuang keras atas hal-hal yang kita yakini, menuju prestasi yang menginspirasi seisi bumi.